Resensi Novel Pulang-Pergi by Tere Liye

 

RESENSI NOVEL “PULANG-PERGI”







IDENTITAS BUKU

a)     Judul buku: Pulang-Pergi

b)    Penulis: Tere Liye

c)     Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara

d)    Cetakan: Pertama

e)     Tahun terbit: 4 Januari 2021

f)      Tebal buku : 414 halaman

g)     Harga buku: Rp89,000 (Pulau Jawa)




 

Sinopsis:

Buku ke-3 dari Serial Pulang ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Bujang yang merupakan mantan kepala keluarga shadow economy di Indonesia bernama Keluarga Tong. Kisah ini berawal ketika Bujang mendapat surat untuk

 

kesekian kalinya dari organisasi Bratva yang merupakan keluarga shadow economy di Moskow, Rusia. Kepala organisasi Bratva, Krestniy Otets meminta Bujang agar dapat memenuhi permintaannya yakni bertunangan dengan anaknya, Maria. Pemuda berusia kepala tiga itu hendak menolak mentah-mentah karena perjodohan ini hanya beralasan ia memenangkan duel dengan Maria. Namun ancaman Otets terdengar serius dan tidak main-main, akhirnya Bujang memenuhi permintaannya.

 

Sepanjang perjalanan ke Rusia, Bujang alias Si Babi Hutan alias Agam ditemani Salonga, yang merupakan guru menembaknya, mantan pembunuh bayaran sekaligus penembak terbaik di kawasan Asia Pasifik yang berasal dari Tondo, Filipina. Salonga juga membawa murid terbaiknya bernama Junior.

 

Masalah dimulai di kastil Saint Petersburg, tempat perjodohan itu dilaksanakan. Persis di puncak acara, terjadi pengkhianatan oleh anak buah Otets, Natascha. Natascha membawa pasukan elitnya untuk menyerang Bratva yang membuat Otets seketika tewas.

 

Kisah ini pun baru dimulai. Serangan demi serangan menyapa Bujang. Tidak sampai disitu, di tengah perjalanannya ia dibantu Maria, putri Otets, Thomas, yang merupakan seorang konsultan keuangan internasional sekaligus petinju terbaik dari Jakarta. Kemudian Yuki dan Kiko, Si Kembar ninja yang sangat mematikan dari Tokyo. Dan yang terakhir White, seorang mantan komandan marinir yang beralih profesi menjadi koki dari Hong Kong.

Penyerangan membawa mereka melintasi 4 negara, yakni Latvia, Estonia, Belarusia, dan Ukraina. Akankah mereka berhasil kembali ke Rusia dan menaklukan kastil Saint Petersburg?

 

 

 

Kelebihan

Alurnya sangat tidak mudah ditebak, pembaca akan dikejutkan dengan hal-hal yang tak terduga. Kemudian kandungan humor dan bagian romantis yang sangat menghibur, terlepas dari buku ini yang memang diselimuti suasana tegang.

Bahasanya mudah dipahami, selain itu penulis juga memaparkan beberapa hal yang dapat menambah wawasan para pembaca, contohnya mengenai senjata-senjata modern serta sejarah singkat mengenai bencana Chernobyl pada tahun 1986.

Buku ini juga sangat unik karena penulis menyertakan tokoh dari bukunya yang lain sebagai tokoh pendukung.

 

Kelemahan

Terdapat beberapa salah pengetikan atau typo.

 

Kesimpulan

Buku ini sangat menarik untuk dibaca bagi kalangan remaja bahkan orang dewasa sekalipun karena topik yang diangkat tidak begitu berat, maka dari itu pembaca dapat menikmati alur ceritanya. Bagi para penyuka action, buku ini cocok sekali untuk dinikmati. Selain itu, moral yang disampaikan juga dapat kita hubungkan ke dalam dunia nyata.


Terima kasih sudah membaca :) 또 만나요





Comments